Artikel

Bivak Sebagai Tempat Berlindung Sementara di Alam Bebas

90Views

Bivak (Bahasa Prancis: Bivouac) adalah tempat berlindung sementara (darurat) di alam bebas dari aneka gangguan cuaca, binatang buas, dan angin.

Bagi kita yang belajar hidup di alam bebas atau minimal dalam berkemah, mendirikan bivak adalah teknik penting yang harus dikuasai. Bivak merupakan salah satu kemampuan wajib survival di alam bebas. Karena pembuatannya yang mudah dengan peralatan yang seadanya.

Seperti diuraikan di wikipedia, berikut ini adalah beberapa bahan untuk pembuatan bivak adalah:

  • Dari bahan alam : seperti pepohonan (dahan, ranting dan daun) batu- batu, gua dan sebagainya.
  • Dari bahan buatan : seperti jas hujan, ponco, fly sheet atau parasut

Berdasarkan jenisnya, bivak dibagi menjadi 3,

  1. Bivak Alam
    Bivak jenis ini dibuat dengan memanfaatkan sumberdaya alam di sekitar. seperti menggunakan dedaunan sebagai atap, dinding ataupun alas. memanfaatkan akar-akaran maupun kulit pohon sebagai tali pembuat bivak, bentuk lain dari alam juga dapat digunakankan sebagai bivak seperti gua, lekukan tebing atau batu yang cukup dalam, lubang – lubang dalam tanah dan sebagainya. Apabila memilih gua, kita bisa memastikan tempat ini bukan persembunyian satwa. Goa yang akan ditinggali juga tak boleh mengandung racun. Cara klasik untuk mengetahui ada tidaknya racun adalah dengan memakai obor. Kalau obor tetap menyala dalam gua tadi artinya tak ada racun atau gas berbahaya di sekitarnya.

    Kita juga bisa memanfaatkan tanah berlubang atau tanah yang rendah sebagai tempat berlindung. Tanah yang berlubang ini biasanya bekas lubang perlindungan untuk pertahanan, bekas penggalian tanah liat dan lainnya. Pastikan tempat – tempat tersebut tidak langsung menghadap arah angin. Kalau terpaksa menghadap angin bertiup kita bisa membuat dinding pembatas dari bahan – bahan alami. Selain menahan angin, dinding ini bertugas untuk menahan angin untuk tidak meniup api unggun yang dibuat di muka pintu masuk

  2. Bivak Semi Buatan
    Bivak jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan buatan industri yang digabungkan dengan bahan bahan alami. seperti menggunakan ponco sebagai atap dan beberapa akar gantung sebagai tali. menggunakan dedaunan sebagai atap dan menggunakan ponco sebagai dinding atau pun menggunakan ponco sebagai atap dan dadaunan sebagai dinding juga merupakan bivak semi buatan atau dapat di sebut sebagai Bivak semi alam.
  3. Bivak Buatan
    Bivak jenis ini merupakan bivak yang di buat menggunakan bahan-bahan buatan atau bahan industri, seperti membuat bivak menggunakan ponco dengan memanfaatkan tali rafia sebagai bahan penunjangnya. Bivak buatan dapat didirikan menggunakan bahan lainnya seperti plastik, parasut deklit, kain, dll.

Dalam membuat Bivak, kita harus menentukan tempat-tempat yang layak dan aman untuk kita gunakan atau tempati, hal ini dimaksudkan untuk menjaga kenyamanan dan tetap hangatnya tempat berlindung serta menghindari cepatnya penurunan daya tahan tubuh

  • Dirikan bivak yang terlindung dari terpaan angin, jangan dirikan bivak di tempat yang terbuka dari terpaan angin.
  • Dirikan bivak pada tempat yang kering dan rata, untuk daerah yang lembab, buatlah para – para yang kokoh. Jangan dirikan bivak di lereng gunung atau lembah.
  • Dirikan bivak di bawah kerindangan pohon yang tembus sinar matahari. Jangan dirikan di bawah pohon yang rapuh dan lapuk.
  • Pada situasi bivak yang permanen, usahakan dirikan pada daerah yang dekat dengan sumber air.
  • Jangan dirikan bivak terlalu dekat dengan dialiran sungai ataupun pada jalur lintas binatang.
  • Jangan pernah lupa untuk membuat parit di sekitar bivak yang anda dirikan, sehingga ketika hujan turun anda dapat tetap merasa nyaman.

Tips Membangun Bivak

  1. Bivak dengan sudut minimal 45 derajat, digunakan sebagai tempat berlindung dari hujan, bentuk menyudut akan mengalirkan sebagian besar air secara maksimal, sehingga tidak menumpuk.
  2. Membuat struktur dasar/rangka yang kuat dengan menggunakan tali atau sulur tanaman untuk mengikat dan mengamankannya
  3. Memperhatikan kondisi sekitar sangat penting dilakukan sebelum membangun bivak, tentunya kita tidak membangun bivak didekat bangkai hewan, kotoran, atau area lembah yang rawan longsor. Kita harus menghindari membuat bivak yang terlalu dekat dengan sungai yang rawan didatangi oleh hewan liar.

____
dari berbagai sumber

RakaSmada
the authorRakaSmada
Rakasmada merupakan akronim dari Pramuka Smadangawi yang mempunyai Ambalan bernama Raden Mas Soerjo – Raden Ajeng Kartini. Guguspdepan RakaSmada adalah 02 079 dan 02 080 yang masuk dalam wilayah Kwartir Ranting Geneng, Kwartir Cabang Ngawi, dan Kwartir Daerah Jawa Timur. Kontak : info@rakasmada.org

Leave a Reply