Kegiatan

Belajar dan Latihan Rutin dari Rumah Sambil Menanam Tanaman Obat Keluarga

Menanam Temulawak di PolyBag.
335Views

NGAWI — Salah satu kegiatan positif yang bisa kita lakukan saat banyak di rumah di masa pandemi adalah dengan menanam tanaman obat keluarga, contohnya kita bisa menanam temulawak, jahe, maupun tanaman lainnya.

Kita memilih tanaman obat keluarga (toga) karena sangat mudah untuk dilakukan. Cukup dengan menanam rimpang dari tanaman tersebut bisa di pot kecil, kita sudah bisa merawat dan menikmati hasilnya.

Temulawak merupakan salah satu tanaman rimpang yang penuh manfaat, salah satunya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita. Kita tahu bahwa di masa pandemi ini, kekebalan tubuh bisa membantu kita tetap sehat dan tidak mudah terinfeksi virus.

Dari beberapa sumber kita bisa baca bahwa perakaran temulawak bisa beradaptasi dengan sangat baik di berbagai jenis tanah, apakah itu tanah berkapur, berpasir, sedikit berpasir, maupun tanah gembur subur.

Akan tetapi, rimpang yang baik dan tumbuh optimal untuk memproduksi rimpang dengan baik dan optimal sebaiknya kita bisa menggunakan tanah yang gembur dan subur dengan drainase yang baik.

Bibit temulawak yang bagus bisa kita dapat dari rimpang induk yang besar dan telah berusia kurang lebih 10-12 bulan.

Pertama, kita potong-potong rimpang menjadi 3 hingga 4 bagian, yang masing-masingnya memiliki 2 atau 3 mata tunas. Kemudian jemur terlebih dahulu potongan tersebut selama 3 jam per hari sampai kurang lebih 5 hari.

Kedua, kita siapkan media tanamnya, bisa berupa campuran tanah gembur dengan pupuk kompis atau pupuk kandang. Komposisi campurannya 1:1 ya dengan campuran yang merata. Lalu diamkan selama semalaman agar nutrisi dalam kompos terserap oleh tanah.

Ketiga, Kita masukkan media tanam ke dalam wadah (pot) atau polybag yang sudah kita siapkan. Semisal menggunakan polybag, kita harus membuat lubang yang cukup agar nantinya air yang berlebih bisa keluar melalui lubang-lubang tersebut.

Keempat, Tancapkan rimpang ke dalam media tanam dengan mata tunas menghadap ke atas lalu tutup kembali dengan tanah dan beri sedikit air untuk menjaga kelembapan tanaman.

Kelima, Kita harus rajin menyiramnya saat masa awal penanaman, minimal 2 kali sehari, pagi dan sore. Pagi setelah subuh kita bisa menyiramnya dan sore selepas ashar kita siram lagi. Pastinya tidak mengganggu jadwal belajar di rumah kita.

Keenam, Setelah tanaman tumbuh lebih besar, kita bisa mengurangi intensitas penyiraman, minimal 1 kali sehari. Untuk pupuk, kita bisa menggunakan jenis pukup kompos, pupuk kandang, atau organik cair setiap 1 minggu sekali agar rimpang yang dihasilnya berkualitas.

Ketujuh Agar tanaman terus tumbuh bagus, kita bisa menyulam yang gagal tumbuh, menyianginya agar gulma-gulma bisa musnah dan tidak mengganggu pertumbuhan.

Pada umumnya temulawak dapat kita panen ketika berumur 8 hingga 10 bulan. Hal itu agar kandungan di dalam rimpang temulawak dapat bermanfaat secara bagus bagi tubuh kita. Dalam arti kata sudah “tua dan berisi.”

Tapi, bila kita menanam dalam polybag, kita tidak perlu sampai menunggu 8 bulan, dalam waktu 5 bulan ketika tanaman sudah tumbuh besar kita bisa memanennya.

Cara panennya juga mudah, kita hanya cukup membongkar tanah, lalu mengambil rimpang temulawak yang sudah siap dipanen, memootong batangnya, dan membersihkan dari kotoran serta tanah-tanah yang melekat. Kemudian simpan temulawak pada tempat yang kering. (ach/raka)

ads_rakasmada
RakaSmada
the authorRakaSmada
Rakasmada merupakan akronim dari Pramuka Smadangawi yang mempunyai Ambalan bernama Raden Mas Soerjo – Raden Ajeng Kartini. Guguspdepan RakaSmada adalah 02 079 dan 02 080 yang masuk dalam wilayah Kwartir Ranting Geneng, Kwartir Cabang Ngawi, dan Kwartir Daerah Jawa Timur. Kontak : info@rakasmada.org

Leave a Reply