Materi

Mengenal Resection dan Intersection

755Views

Kita mengenal bahwa orientasi peta dengan menggunakan kompas merupakan cara mengarahkan peta pada posisi yang benar (menunjukkan arah utara), sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas antara keadaan di peta dengan medan sebenarnya.

Adapun langkah-langkah dalam melakukan orientasi peta dengan kompas bisa diperhatikan sebagai berikut,

  1. Buka lembaran peta dan letakkan pada tempat yang datar
  2. Letakkan kompas orientering di atas peta tersebut dan sejajarkan utara kompas dengan utara peta
  3. Pelajari dan amati keadaan medan dengan gambaran di peta secara seksama
  4. Orientasi peta mutlak harus dilakukan sebelum memulai kegiatan/perjalanan, dengan tujuan agar jika terjadi perubahan pada tanda-tanda medan, kita dapat segera mengetahuinya. (misalnya tanda medan berubah total akibat bencana alam)

Dalam materi Navigasi darat, apabila kita melakukan orienteering, kita juga mengenal istilah Resection dan Intersection sebagai cara untuk menentukan posisi kita pada peta.

Resection
Resection merupakan suatu teknik dalam menentukan titik koordinat kedudukan di peta saat berada di lapangan dengan menggunakan bantuan dua tanda medan atau lebih yang kelihatan di lapangan dan diketahui di peta yang akan digunakan untuk sasaran bidikan kompas.

Langkah-langkah Resection

  1. Orientasikan peta dengan benar, kemudian lakukan orientasi medan terhadap tanda dan bentuk medan yang ada dengan tepat.
  2. Tandai kedudukan dari dua titik tanda medan atau lebih yang sudah diamati baik di lapangan maupun di peta, misalnya tanda medan A dan tanda medan B
  3. Bidikkan kompas ke titik ‘A’ dan ‘B’, catat nilai azimuthnya
    Misal :
    Titik A = 3150
    Titik B = 370

  4. Hitung nilai back azimuth dari kedua titik tersebut, yaitu:
    Titik A = 315º – 180º = 135º
    Titik B = 37º + 180º = 217º

  5. Tarik garis (plotting) dari titik A sebesar nilai back azimuth A dengan meletakkan pusat simetris (indeks) protractor pada titik A yang telah ditentukan di peta dengan menggunakan benang tengah protractor.
  6. Tarik lagi garis dari titik B sebesar nilai back azimuth B seperti yang dilakukan terhadap titik A dan akan terjadi perpotongan antara garis back azimuth A dengan garis back azimuth B.
  7. Titik perpotongan dari dua nilai garis back azimuth titik A dan B tersebut adalah tempat kedudukan kita berada, misalnya titik ‘C’


Sketsa Interesection by arinbeautytraveler.com

Intersection
Intersection merupakan suatu teknik dalam menentukan posisi sesuatu (benda, tempat lain, kebakaran, pesawat jatuh dan lainnya) pada peta topografi dengan menggunakan dua tempat yang sudah diketahui koordinatnya di peta maupun di lapangan.

Intersection membutuhkan dua tempat yang berbeda yang masing-masing telah diketahui dengan pasti titik koordinatnya di peta. Kita harus berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya pada posisi sudut ideal antara 300 sampai 900.

Langkah-langkah Intersection

  1. Orientasikan peta dengan benar dan pastikan kedudukan posisi koordinat pengamat di peta, beri tanda, misalnya titik A. Jika posisi belum diketahui lakukan resection terlebih dahulu.
  2. Bidik sasaran dengan kompas, misalnya pesawat jatuh dan menimbulkan asap. Catat nilai azimuthnya, misalnya sudut kompas yang didapat 3200
  3. Pindahkan dan tarik sudut kompas (nilai azimuth tanpa dirubah ke back azimuth) yang telah didapat dari titik A ke peta dengan menjadikan pusat simetris protractor berhimpitan dengan titik A (posisi pengamat). Plotting peta pertama telah didapat.
  4. Bergerak ke posisi lain (titik B) dan pastikan posisi koordinat tempat tersebut di peta, lakukan kembali langkah b dan c. Dari hasil bidikan kompas pada titik B ke arah sasaran didapat sudut kompas 430. Plotting peta kedua telah didapat.
  5. Perpotongan dua garis plotting peta yang dibuat pada peta adalah lokasi koordinat sasaran yang dicari.
  6. Tentukan koordinatnya dengan menggunakan koordinat geografis (cara mekasis atau matematis), dan atau koordinat UTM (menggunakan sistem 6 angka, 8 angka, 10 angka atau lengkap 14 angka).
  7. Sebutkan atau tulis koordinatnya dengan standar penulisan koordinat peta yaitu menyebutkan judul, lembar peta dan titik koordinatnya


Sketsa Interesection by arinbeautytraveler.com

Beberapa referensi menyebutkan bahwa untuk kedua teknik ini akan lebih valid jika menggunakan perhitungan Sudut Peta Magnetis tahun sekarang, yaitu perubahan pada sudut peta dan sudut kompas tiap tahunnya sehingga perlu disesuaikan perubahannya pada tahun saat peta tersebut dibuat dengan tahun sekarang. (ach)

RakaSmada
the authorRakaSmada
Rakasmada merupakan akronim dari Pramuka Smadangawi yang mempunyai Ambalan bernama Raden Mas Soerjo – Raden Ajeng Kartini. Guguspdepan RakaSmada adalah 02 079 dan 02 080 yang masuk dalam wilayah Kwartir Ranting Geneng, Kwartir Cabang Ngawi, dan Kwartir Daerah Jawa Timur. Kontak : info@rakasmada.org

Leave a Reply